Materi Kuliah Tafsir II (Tarbiyah)

Materi Tafsir II (Tarbiyah)

 

HUKUM MERAHASIAKAN  ILMU

Syamsurizal Yazid

 

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ(159)إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.  (سورة البقرة: 159-160)

 

1. Terjemahan

 

 “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila`nati Allah dan dila`nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela`nati,

kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.

 

 2.  Makna al-Mufradat.

 

  • يَكْتُمُونَ : الكتمان: الإخفاء والستر. قال الراغب: الكتمان ستر الحديث. 

Merahasiakan, menyembunyikan, menutupi. Berkata ar-Raghib: الكتمان menutupi ucapan atau perkataan.[1] 

  • الْبَيِّنَاتِ  : الآيات الواضحات الدالة على الحق، جمع بينة وهى فى اللغة الدلالة الواضحة، عقلية كانت أو حسيّة ، وسمي البيان بيانا لكشفه عن المعنى المقصود.(الراغب الأصفهانى) . المراد بالبينات فى الآية: ما أنزل الله فى التوراة والإنجيل من أمر محمد عليه الصلاة والسلام.
  • الْهُدَى   : كل ما يدل على الخير ، ويهدى إلى الرشد.
  • يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ : أى يطردهم ويبعدهم من رحمته. وأصل اللعن: الإبعاد والطرد.
  • ·      اللَّاعِنُونَ    : قال ابن عباس: “اللاعنون” كل المخلوقات ما عدا الثقلين: الجن والإنس. قال قتادة والربيع: المراد “باللاعنون” الملائكة والمؤمنون. قال ابن عطية: وهذا واضح جار على مقتضى الكلام. وقال مجاهد وعكرمة: هم الحشرات والبهائم يصيبهم الجدب بذنوب علماء السوء الكاتمين فيلعنونهم. قال الزجاج: والصواب قول من قال: “اللاعنون” الملائكة والمؤمنون; فأما أن يكون ذلك لدواب الأرض فلا يوقف على حقيقته إلا بنص أو خبر لازم ولم نجد من ذنبك شيئا.

Pendapat tentang masalah tersebut dapat dibaca di dalam tafsir al-Qurthubi:[2]

  • تَابُوا  : أى رجعوا عن الكتمان.
  • أَصْلَحُوا : أى أصلحوا ماأفسدوا بأن أزالوا الكلام المحرّف، وأصلحوا سيرتهم وأعمالهم.
  • ·      بَيَّنُوا : أى أظهروا للنّاس ما كانوا كتموه من أوصاف محمّد أو ما كتموه من دين الله.

 3.  Pengertian Umum

 

       Makna dari firman Allah s.w.t. di atas adalah bahwa sesungguhnya orang-orang yang dengan sengaja  merahasiakan dan menutup-nutupi apa yang telah Dia turunkan dari keternagan-keterangan yang jelas yang menunjukkan kebenaran kerasulan Nabi Muhammad s.a.w., padahal sebenarnya mereka ini mengetahui kebenaran risalah tersebut, yang sebelumnya termaktub di dalam Kitab Taurat dan Injil, tetapi sudah mereka ubah, maka mereka inilah yang dijauhkan Allah s.w.t. dari rahmat-Nya. Mereka ini juga akan mendapatkan laknat dari para malaikat dan seluruh manusia, kecuali bagi mereka yang bertaubat dari menyembunyikan keterangan tentang kebenaran risalah Muhamad s.a.w. tersebut dan kemudian memperbaiki diri mereka dengan mengimani risalah tersebut, maka mereka inilah yang akan diampuni-Nya dan mendapatkan rahmat-Nya.

 4.  Asbabun Nuzul

       Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Mu’adz bin Jabal dan beberapa sahabat bertanya kepada beberapa orang pendeta Yahudi tentang sebagian apa yang yang ada dalam Kitab Taurat, tetapi mereka ini merahasiakannya kepada para sahabat tersebut, maka Allah s.w.t. menurunkan ayat ini, yaitu:[3]

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

 5.  Penafsiran

            A. Maksud firman Allah s.w.t. (فِي الْكِتَابِ ) adalah Kitab-Kitab yang diturunkan Allah s.w.t. untuk memberikan hidayah kepada manusia. Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengannya adalah Taurat dan Injil.

            B. Allah s.w.t. mengemukakan dalam firman-Nya (أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ )  dengan menggunakan kata penunjuk (isim isyarah) jauh mengandung makna peringatan atas kejelekan perbuatan mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani).

            C. Firman-Nya (وَأَنَا التَّوَّابُ ) yang menggunakan bentuk mubalaghah bermakna bahwa Allah s.w.t. banyak menerima taubat, luas ampunan dan rahmat-Nya.

 

 6.  Kandungan Hukum

          A. Apakah ayat ini khusus ditujukan kepada para pendeta Yahudi dan Nasrani?

 

            Yang jelas ayat ini diturunkan dalam kaitannya dengan ahli Kitab dari para pendeta Yahudi dan Nasrani yang menyembunyikan sifat-sifat Nabi s.a.w. seperti yang ditunjukkan oleh riwayat yang menjadi latar belakang turunnya ayat ini. Kendati demikian ayat ini berlaku umum, yaitu meliputi setiap orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah s.w.t. dan hukum-hukum syari’ah, sebab ungkapan kata—seperti dikatakan ulama Ushul Fiqih—didasarkan pada keumuman kata bukan kekhususannya ( العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب ). Ayat di atas ditujukan untuk umum dengan menggunakan bentuk kata penghubung (isim al-maushul ) ( ……إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ ), karena itulah maknanya umum.

            Abu Hayyan berkata bahwa yang tepat ayat ini berlaku umum bagi seluruh orang yang menyembunyikan sesuatu yang ada di dalam diri manusia dan dalam Kitab-Kitab Allah s.w.t. Kalaupun diturunkan atas sebab khusus, tetapi ayat ini berlaku untuk setiap orang yang menyembunyikan ilmu-ilmu dari Agama Allah s.w.t. yang perlu dijelaskan dan disebarkan. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah s.a.w. di dalam sebuah hadits: [4]

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ بُدَيْلِ بْنِ قُرَيْشٍ الْيَامِيُّ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ زَاذَانَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ

Para sahabat—yang mempunyai bahasa Arab yang fasih dan sebagai tempat bertanya dalam memahami al-Qur’an— memahami ayat ini berlaku umum, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan: “ Kalau bukan karena suatu ayat di dalam al-Qur’an, maka saya tidak akan menyampaikan suatu hadits kepadamu”, kemudian dia membaca ayat tersebut di atas.[5]

          B. Apakah boleh mengambil upah dalam mengajarkan al-Qur’an dan ilmu-ilmu Agama?

   Ulama ,dengan menggunakan argumentasi dari firman Allah s.w.t. :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

berpendapat bahwa tidak boleh mengambil upah dalam mengajarkan al-Qur’an dan ilmu-ilmu Agama, sebab Allah s.w.t., di dalam ayat tersebut, memerintahkan untuk menyebarkan ilmu dan dilarang menyembunyikannya. Seseorang tidak mempunyai hak untuk menerima upah dalam melaksanakan sesuatu perbuatan yang wajib dilaksanakannya, seperti dia tidak berhak mendapatkan upah dalam melaksanakan shalat, sebab hal ini adalah ibadah. Karena itulah haram hukumnya menerima upah dalam mengajarkannya.

Hanya saja sebagian ulama muta’akhirin ketika melihat kenyataan banyak orang yang menganggap ringan dan tidak ada perhatian terhadap urusan pengajaran Agama, karena kesibukan mereka bekerja untuk mencari nafkah dan penghidupan. Mereka melihat bahwa hal ini dapat menyebabkan  orang-orang tidak mempunyai  perhatian untuk mempelajari al-Qur’an dan semua ilmu-ilmu Agama, maka tidak ada orang yang menghafal al-Qur’an dan menjadi sempitlah ilmu-ilmu Agama. Oleh karena itu mereka membolehkan mengambil upah dalam mengajarkan al-Qur’an dan ilmu-ilmu Agama, bahkan sebagian beranggapan wajib bagi para penghafal al-Qur’an dalam mengajarkan ilmu-ilmu Agama. Ulama muta’akhirin berpendapat demikian dengan tujuan menjaga al-Qur’an dan ilmu-ilmu syariat dan jalan untuk mewujudkan apa yang dijanjikan Allah s.w.t. dalam menjaga al-Qur’an.

Menurut ash-Shabuni bahwa pendapat ulama muta’akhirin ini perlu mendapatkan perhatian dan dipertimbangkan. Seandainya  kita mengambil pendapat ulama terdahulu (mutaqaddimin) yang melarang mengambil upah dalam mengajarkan al-Qur’an dan ilmu-ilmu Agama, kemudian tidak ada lagi orang-orang yang mau mengajar dan belajar?”Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un”.

 

Perhatikan dan kaitkan ayat di atas dengan surat Al-Baqarah: 174, Ali Imran: 71 dan Al-Maidah: 68:

bÎ) šúïÏ%©!$# tbqßJçFõ3tƒ !$tB tAt“Rr& ª!$# z`ÏB É=»tGÅ6ø9$# šcrçŽtIô±o„ur ¾ÏmÎ/ $YYoÿsS ¸x‹Î=s%   y7Í´¯»s9’ré& $tB šcqè=ä.ù’tƒ ’Îû óOÎgÏRqäÜç/ žwÎ) u‘$¨Z9$# Ÿwur ÞOßgßJÏk=x6ムª!$# tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# Ÿwur ÷LÏi‹Åe2t“ムóOßgs9ur ë>#x‹tã íOŠÏ9r&

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang Telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu Sebenarnya tidak memakan (Tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api[109], dan Allah tidak akan berbicara[110] kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (Al-Baqarah: 174).

 

[109]  maksudnya ialah makanan yang dimakannya yang berasal dari hasil menyembunyikan ayat-ayat yang diturunkan Allah, menyebabkan mereka masuk api neraka.

[110]  Maksudnya: Allah tidak berbicara kepada mereka dengan kasih sayang, tetapi berbicara dengan kata-kata yang tidak menyenangkan.

Ÿ@÷dr’¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# zNÏ9 šcqÝ¡Î6ù=s? ¨,ysø9$# È@ÏÜ»t6ø9$$Î/ tbqßJçGõ3s?ur ¨,ysø9$# óOçFRr&ur tbqßJn=÷ès?

Hai ahli kitab, Mengapa kamu mencampur adukkan yang Haq dengan yang bathil[203], dan menyembunyikan kebenaran[204], padahal kamu mengetahuinya? (Ali Imran: 71)

 

[203]  yaitu: menutupi firman-firman Allah yang termaktub dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat mereka (ahli Kitab) sendiri.

[204]  Maksudnya: kebenaran tentang kenabian Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat dan Injil.

 

ö@è% Ÿ@÷dr’¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# ÷Läêó¡s9 4’n?tã >äóÓx« 4Ó®Lym (#qßJŠÉ)è? sp1u‘öq­G9$# Ÿ@‹ÅgUM}$#ur !$tBur tA̓Ré& Nä3ø‹s9Î) `ÏiB öNä3În/§‘ 3 žcy‰ƒÍ”zs9ur #ZŽÏVx. Nåk÷]ÏiB !$¨B tA̓Ré& y7ø‹s9Î) `ÏB y7Îi/¢‘ $YZ»u‹øóèÛ #\øÿä.ur ( Ÿxsù }¨ù’s? ’n?tã ÏQöqs)ø9$# tûï͍Ïÿ»s3ø9$#

Katakanlah: “Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; Maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Al-Maidah: 68).

 

 7.  Kesimpulan

          A. Orang-orang Yahudi dan Nasrani merahasiakan sifat-sifat dan kebenaran kerasulan Nabi Muhammad s.a.w. untuk menghalangi manusia agar tidak beriman kepadanya.

          B. Merahasiakan ilmu berarti mengkhianati amanah yang telah diberikan Allah s.w.t. kepada ulama.

          C. Wajib bagi seseorang mengajarkan dan menyampaikan ilmu kepada manusia agar hidayah menyebar kepada seluruh manusia.

          D. Siapa yang menyembunyikan sesuatu dari hukum-hukum syariat, maka dia berhak mendapatkan kutukan.

           E.  Tidak cukup hanya sekedar bertaubat (menyesal) saja, tetapi harus diikuti dengan perbaikan perilaku dan keikhlasan dalam beramal.

 

 


[1] Ar-Raghib: op.cit., hal. 428.

[2] Tafsir al-Qurthubi: op.cit., juz 2, hal. 125.

[3] Ash-Shabuni: op.cit., jilid 1, hal. 148.

[4] Sunan at-Tirmidzi: op.cit., kitab al-‘ilm ‘an Rasulillah, bab maa jaa’a fi kitmaani al’ilm, hadits nomor 2573.

[5] Abu Hayyan al-Andalusi al-Gharnathi Muhammad bin Yusuf:  فى التفسير   البحر المحيط

  Daaru al-Fikr, 1992, juz 1, hal. 454.

 

22,193 thoughts on “Materi Kuliah Tafsir II (Tarbiyah)

  1. So wurde zum Muster welcher Tongkat Ali Entziehung, welcher in welcher Ärztliche Untersuchung benutzt wurde, in einem Universitätslabor präpariert – mithilfe einer tiefschürfend kontrollierten Sorgfalt.

  2. {Geistheilung (auch: geistige Heilung, geistiges Heilen, paranormale Heilung) ist ein Oberbegriff für eine Vielzahl höchst unterschiedlicher alternativmedizinischer, esoterischer, religiöser oder magischer Behandlungsmethoden, die sich nicht in die wissenschaftliche Medizin oder die klassische Psychotherapie einordnen lassen.| Im heutigen Zeitalter um Heilung auf Körper und Geistebene in alltäglichen Leben zu integrieren

  3. It’s great when an article gives readers the opportunity to consider the many points mentioned. I like this article a lot and it’s very interesting.

  4. Zune and iPod: Most people compare the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It’s very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.

  5. Hvis du skal bruge et CMS system med Drupal kan jeg anbefale at du bruger Nettonet. Der har du 1-klik installation af Drupal og webhosting til fast lav pris på 9,- pr. måned

  6. Content like this is a good example of properly written informational material It’s easy to read and the points are stated in an intelligent way.

  7. lol a couple of the reviews bloggers write are silly and unrelated, there are times i wonder whether they at all read the post before writing or whether they just look at the subject of the blog post and compose the very first thought that drifts to their minds. But it is great to see a intelligent commentary every now and then in contrast to the exact same, traditional blog bull which I too many times notice on the blogs. Regards

  8. I know when I’m reading quality content when I can’t stop. I got involved in this article and missed my lunch. It was worth it.

  9. There are some attention-grabbing points in time on this article but I don’t know if I see all of them heart to heart. There is some validity however I’ll take maintain opinion until I look into it further. Good article , thanks and we wish more! Added to FeedBurner as properly

  10. This article is bookmark worthy in my opinion. It’s worth saving for future reference. It’s fascinating reading with many valid points for contemplation. I have to concur on almost every point made within this article.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>